Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Cinta tetaplah
cinta..
Ia ada.. hadir dalam
setiap jiwa..
Wanginya tak pernah
sirna, walau masa terus saja menghantarnya..
Sejarah mungkin saja
berulang, bahkan kini kita adalah bagian darinya..
Bagian dari sejarah..
bagian dari cinta..
Cinta memang
sejatinya memberi bahagia, maka jangan biarkan ada tangis lain untuknya..
Biarkan wanginya
semerbak, bak daun tertiup angin.. atau bau tanah yang diguyur hujan..
Ia ibarat embun di
rerumputan..
Bahkan laksana angin yang
menggiring awan, matahari yang kemudian membawa pelangi..
Begitulah cinta..
Tawanya.. senyumnya..
candanya.. aah.. mengagumkan..
Jikalau akhirnya
cinta membuatmu menangis
Maka bukan cinta yang
salah
Hanya saja kadang
cara kita yang salah menilai cinta
Cara kita yang salah
dengan ego kita
Cara kita
memperlakukannya
Cinta tetaplah cinta..
Bagaimanapun ia,
tetap saja indah..
Aku hanya pria biasa,
pria yang tak punya kuasa atas apa-apa..
Tapi.. akupun sama
seperti pria lainnya.. punya rasa.. punya suka..
Meski Cukup Di Hati
saja
Ku biarkan Yang Kuasa
Atasku
Yang kan mengatur
jalannya..
Hingga kelak Sabar
ini, penantian ini, masa ini.. kan berbuah manis.
Sepenggal Do'a Kulantunkan Pada-Mu
Kamis, 02 Januari 2014
Posted by ikanjenong.blogspot.com
Tag :
Puisi

Aku larut dalam sentuh_Mu..
bak butir-butir kristal gula diguyur air..
aku diam dalam hening_Mu..
dengan milyaran bintang menjulang tinggi di galaksi..
aku terpana oleh tatap_Mu..
diantara deburan ombak yg menghantam karang..
aku kaku oleh bisikmu..
diantara daun, ranting, embun, hujan, awan dan seisi semesta berdzikir terhadap_Mu..
aku kelu oleh ucap_Mu..
diantara tangis, tawa, canda, suka, duka, keluh dan kesah manusia..
sembah sujudku dihadap_Mu..
diatas sajadah dan sebongkah tanah..
diatas gundukan pasir-pasir kehidupan..
diantara warna-warni pelangi dunia..
astagfirulloh..
aku mohon ampun keatas_Mu..
dari luasnya dosaku, dari menggunungnya khilafku..
subhanalloh..
dan hanya Engkau yg mampu mensucikannya kembali..
alhamdulillah..
segala pujian hanya milikmu..
pemilik semesta dan segala isinya.
pemilik hatiku hingga ajal tiba..
*Mulya Riadianto*
wajah yang sayu..
tertunduk lesu..
garis-garis keriput kian tampak jadi ukiran dari setiap bebannya..
nafasnya yg tak lagi panjang..
tubuhnya yg tak lagi kekar..
mimpinya yg semakin hari kian memudar..
lebih dari separuh abad ia merangkai cintanya..
menulis melodi-melodi cintanya dalam bait-bait langkahnya yg kian merapuh..
sepintas.. tergambar diotaknya ketika ia dipapah berjalan oleh sang ibu.. belajar bicara..
kemudian tumbuh dewasa..
ah.. betapa singkatnya hidup ini..
rasanya baru kemarin ciuman bunda terasa dikeningnya..
belaian ayah yg mengajarkan arti kehidupan..
tapi..
semua telah berlalu..
semua pergi bersama angin yg terbawa waktu ditepian zaman..
kemarin akulah sipenguasa..
akulah sipintar dan perkasa..
akulah sikaya tiada duanya..
kini..
semua seolah sirna..
hilang bersama usia yg terus mengambil jatahnya..
ah.. biarlah..
biarkan ku disini menunggu maut menjemput..
meski hanya dengan tatapan sayu dan senyuman malu..
pada_Mu..
*Mulya Riadianto*